Minggu, 24 Januari 2016

Tregadi Bencana Longsor di Penambangan Rakyat Bengkulu


Bencana tanah longsor menewaskan belasan masyarakat berlangsung di Bengkulu, tepatnya di wilayah Lebong Tandai. Tragedi tanah longsor yg terulang kembali di awal periode hujan minggu perdana bln Desember ini telah harusnya jadi pengingat bahwa masa hujan datang bukan berarti kewaspadaan menyusut. Sebab saat periode kemarau melalui dari membuang jauh potensi kekeringan, sekarang ini masa hujan datang dgn ancaman banjir & tanah longsor. Terakhir, tidak berselang lama sebelum berjalan tanah longsor di Bengkulu, longsoran tanah pula berlangsung di Tasik, Jawa Barat.

Berikut yaitu kronologi detik-detik bencana tanah longsor yg mengambil duka di satu buah penambangan rakyat di Lebong Tandai, Bengkulu.

Dikutip dari Antaranews, Pusat Pengendali Operasi (Pusdaops) BPBD Propinsi Bengkulu, Edwar menyampaikan berita terakhir ada 18 korban longsor yg tertimbun tanah. Jumlahnya 15 korban belum ditemukan. Baru tiga orang korban tanah longsor yg ditemukan, satu orang selamat dgn keadaan patah kaki, & dua orang wafat.

Kejadian tanah longsor ini berjalan di satu buah penambangan rakyat di Dusun Karang Sulu, Desa Lebong Tandai, Kab Bengkulu Utara, Propinsi Bengkulu. Terhadap awalnya, hujan yg teramat deras jadi penyebab awal dari bencana tanah longsor ini. Hujan yg teramat deras tetap mengguyur deras Bengkulu sejak sejak Rabu (2/12) sampai Kamis (3/12). Seterusnya di hri Rabu (2/12) seputar pukul 02.00 dinihari, diwaktu tetap ada belasan orang penambang yg bekerja sejak dinihari, tanah bergetar hebat & seterusnya longsor demikian saja menimbun 18 orang masyarakat beserta sebanyak pondok yg berlokasi di kebun penduduk.

Utk didapati, ruang penambangan rakyat yg longsor berada di kawasan yg amat terpencil. Kumplit dgn keadaan jurusan yg ekstrem & akses menuju ruang tambang yg demikian susah. Bahkan satu-satunya fasilitas transportasi yg sanggup mengambil tim penolong ke area kejadian tanah longsor ialah kendaraan tradisional peninggalan penjajahan Belanda yg akrab dinamakan penduduk setempat dgn sebutan Molek. Kendaraan Molek ini yaitu kereta kecil yg telah dimodifikasi oleh masyarakat buat menempuh rute ekstrem memakai rel buatan Belanda. Di Jawa, Molek mirip bersama kereta Lori mini.

Molek merupakan satu-satunya akses menuju area bencana longsor, buat memutar roda Molek ini, satu buah mesin diesel berkuatan seadanya dihubungkan dgn rantai ke roda & menggerakkan roda Molek menyusuri rel mungil ditengah hutan & tebing curam. Jumlah penumpang maksimal yg dapat diangkut jumlahnya 10 hingga 12 orang.

Bahkan sesudah menempuh perjalan memanfaatkan Molek, tim evakuasi bencana longsor Bengkulu masihlah mesti terjadi kaki tatkala 2 jam sampai tiba di ruangan penambangan rakyat yg longsor. Bersama memakai sarana seadanya berupa cangkul mungil, Pegawai tetap menggali & mencari korban yang lain yg masihlah tertimbun di dalam tanah.

sumber

Senin, 30 November 2015

Sholat Terakhir, Kisah Haru Bencana Tanah Longsor Tasikmalaya

tanah-longsor-tasikmalaya

Memasuki periode penghujan, perlahan tanah yg kering beralih jadi tanah becek yg rapuh tetapi subur. Hujan yg datang tidak senantiasa mengambil keberkahan, telah jadi rahasia umum bahwa masa hujan yg datang di Indonesia terkadang dapat mengambil bencana lain berupa banjir & tanah longsor. Satu wilayah yg teratur terkena dua tipe bencana ini merupakan Jawa Barat.

Bahkan, Gubernur ja-bar Ahmad Heryawan dengan cara terang-terangan sudah mengeluarkan ketentuan bahwa kawasan Jawa Barat sekarang sedang berada dalam keadaan waspada 1 banjir & tanah longsor, seperti yg dikutip dari pemberitaan page CNN Indonesia.

Hasilnya, prediksi bencana tanah longsor yg meneror jabar pula terbukti. Suatu kisah haru terekam dalam bencana longsor Tasik.

Dilaporkan oleh page Tindakan Langsung Tanggap, hujan teramat deras yg mengguyur sebahagian Jawa Barat terhadap Rabu (25/11) lebih kurang pukul 15.30 WIB sudah memicu bencana longsor di Kampung Tagog, Desa Karang Mukti, Kecamatan Salawu, Kab Tasik. Akibat dari tanah longsor yg berjalan amat sangat serta-merta itu, satu orang penduduk Kampung Tagog tewas tertimbun longsoran.

“Akang ingin solat dahulu di mushola,” papar Ujang terhadap istrinya, Imas Masitoh (48). Istri dari buruh harian itu pula patuh terhadap suaminya. Dirinya pulang apalagi dulu, terjadi menuju rumah, tetap ditemani rintik hujan. Imas tidak menyangka itu ialah solat asyar terakhir suaminya, Ujang Rustaman (51).

Hujan deras mengiri malaikat maut menjemput Ujang pukul 15.30 Wib, Rabu (25/11), kala longsor itu menyeret suatu rumah, satu rumah makan, mushola, & toko apotek. Seluruh properti tersebut jatuh ke jurang sedalam 30 m lantaran terseret longsor. Longsor susulan berlangsung pukul 18.00 Wib. Lima rumah juga kembali terancam hancur, oleh lantaran terjadinya pergerakan tanah, seperti dilaporkan AKBP Susnadi seperti dilansir Republika.co.id.

Berdasarkan laporan dari aktivis Penduduk Relawan Indonesia (MRI) Jawa Barat Salman Al-Farisi, kala bencana longsor berjalan, Ujang dgn Imas meneduh di area terjadinya longsor. Menyaksikan dikala yg sebentar lagi masuk dikala solat Asar, Ujang menyuruh istrinya pulang lebih-lebih dulu.

“ Akang ingin solat lalu di mushola,” tutur Ujang terhadap istrinya. Sebelum solat, menurut penuturan istrinya, Ujang mandi apalagi dulu di ruang pemandian umum. Baru kemudian menuju mushola.

Tetapi, itu nyatanya menjadi solat terakhir Ujang. Sebab bangunan mushola ruangan Ujang menyembah Tuhannya tiba-tiba berderak langsung, & blaasss….lantai mushola amblas ke bawah jatuh ke jurang sedalam 30 m. Ujang serta tertimbun tanah. Ujang jadi satu-satunya korban manusia di peristwa longsor tersebut.

Kamis,(26/11), Perbuatan Segera Tanggap Cabang Bandung mengirimkan tim berkunjung ke rumah istri almarhum di Kampung Pamoyan, RT 16/03, Desa Karang Mukti, Kecamatan Salawu, Tasik. Pada keluarga almarhum Ujang Rustaman, khususnya istrinya Imas Masitoh, tim mengatakan bela sungkawa & mengatakan pertolongan duit cash buat keluarga korban. Tim ACT pun ikut pencarian jenazah dengan Lembaga kebencanaan daerah setempat. Jenazah Ujang hasilnya ditemukan kepada hri Ahad sore (29/11). (act.id)

“ Kami mengemukakan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bpk Ujang, & insya Allah dirinya khusnul khotimah, dikarenakan wafat ketika hendak atau sedang menjalankan solat (Asyar),” tutur Atep, sapaan akrap Salman Alfarisi.

img : tempo.co
Sumber

Selasa, 24 November 2015

Kronologi Bencana Longsor Tambang Giok Myanmar

Tanah Longsor Myanmar

Myanmar baru saja merayakan bahagia yg paripurna usai negeri itu berhasil laksanakan pemilu demokratis mula-mula kali dalam histori Myanmar. Tapi sekarang, belum seberapa lama meninggalkan euforia kemenangan Aung San Suu Kyi juga sebagai pemimpin baru Myanmar, negara itu dibalut oleh kabar duka. Dikutip dari pemberitaan Reuters, sedikitnya lebih dari 100 jiwa tewas & seratus orang masihlah hilang akibat tertimbun longsoran tanah di suatu tambang gede batu giok yg terletak di negeri bidang Kachin, Myanmar terhadap minggu(22/11).

Bencana tanah longsor yg fatal itu seketika mengagetkan publik Myanmar. Pasalnya cuma dalam sekejap beberapa ratus pekerja tambang tertimbun longsoran tanah. Berikut yaitu kronologi kejadian bencana tanah longsor di negeri sektor Kachin, Myanmar.

Dilansir dari page Reuters, kejadian mematikan ini berlangsung terhadap hri Pekan dini hri saat setempat. Dikala itu, beberapa ratus pekerja tambang batu giok yg diperkirakan sejumlah mencapai lebih dari 200 orang sedang tertidur pulas di area tambang usai bekerja keras juga sebagai buruh tambang selagi sepekan tidak dengan henti. Utk didapati, wilayah negeri bidang Kachin, Hpakant yakni salah satu wilayah penghasil batu giok paling baik di dunia. Mutu batu giok yg dihasilkan di tambang ini jadi salah satu bahan ekspor yg mendongkrak ekonomi Myanmar.

Berdasarkan opini pemerintah setempat, dikutip dari CNN, memasuki periode hujan wilayah tambang ini telah diperingatkan jadi area rawan bencana tanah longsor, tapi beberapa ratus pekerja di ruang ini tidak mengindahkan peringatan tersebut. Sekian Banyak pekerja tambang diperkirakan yakni penduduk pendatang kelas tiga yg jadi buruh kasar di Myanmar & rela digaji bersama penghasilan yg murah.

Area pertambangan batu giok yg dikelola oleh perusahaan Triple One Jade Mining ini juga seketika dihantam bencana tanah longsor di pukul 3 pagi. Histori longsoran tanah yg mematikan ini serta seketika menimbun beberapa ratus pekerja yg masihlah tertidur pulas di gubuk-gubuk persis di tebing curam yg longsor.

Sesudah tulisan ini diturunkan, petinggi pemerintah Myanmar mengeluarkan rilisan terupdate yg menyebutkan bahwa bencana longsor tambang giok Myanmar sudah menewaskan 104 penambang, & diperkirakan bakal tetap meningkat seiring dgn berlanjutnya pencarian.

Buat ketahuan, CNN melansir bahwa produksi batu giok Myanmar diperkirakan mencapai nilai US$31 miliar atau setara bersama angka Rp418 triliun kepada thn 2014 silam. Angka yg mengagumkan ini dihasilkan dari business batu giok yg mengandalkan para pekerja tambang di ruangan tambang yg amat berbahaya, cuma demi mencari baru berkilau bernilai mengagumkan tersebut. Bahkan banyaknya sumber di Myanmar menyampaikan, kematian para penambang akibat longsoran tanah di ruang tambang ini telah jadi factor yg lumrah. Tetapi bencana tanah longsor yg berlangsung di th 2015 ini dapat menjadi ialah yg paling besar memakan korban jiwa para penambang.(cal)

img : CNN
Sumber

Rabu, 11 November 2015

Mengapa Jawa Barat Rawan Longsor dan Banjir

Jawa Barat Longsor

Memasuki masa penghujan, perlahan tanah yg kering beralih jadi tanah becek yg rapuh tetapi subur. Awal Nopember ini memang lah jadi titik balik dari suburnya tanah di Indonesia, pasalnya periode hujan telah datang, derasnya hujan telah membasahi tanah Indonesia nyaris merata dari ujung barat sampai timur. Datangnya masa hujan kali ini disambut bak saudara lama yg telah sekian bln tidak bertemu, pasalnya hujan benar-benar jadi faktor yg paling ditunggu selagi sekian banyak bln terakhir. Tidak sanggup dimungkiri, masa kemarau ganas yg menghantam Indonesia sewaktu berbulan-bulan di th 2015 sudah terdaftar jadi masa kemarau ter buruk sepanjang th.

Tapi, hujan yg datang tidak senantiasa mengambil keberkahan, telah jadi rahasia umum bahwa periode hujan yg datang di Indonesia terkadang mampu mengambil bencana lain berupa banjir & tanah longsor. Satu wilayah yg teratur terkena dua type bencana ini yaitu jabar.

Bahkan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dengan cara terang-terangan sudah mengeluarkan ketentuan bahwa kawasan ja-bar sekarang ini sedang berada dalam keadaan waspada 1 banjir & tanah longsor, seperti yg dikutip dari pemberitaan page CNN Indonesia.

Sesudah ditetapkan ja-bar rawan longsor & bencana banjir, orang nomor wahid di Jawa Barat yg acapkali disapa Aher ini serta mengimbau kepada penduduk ja-bar utk waspada & mengantisipasi longsoran tanah pula banjir seandainya hujan deras tiba. Terutama di wilayah pemukiman penduduk yg miliki kemiringan lereng pass tajam.

Satu Buah pertanyaan pula menyeruak, kenapa Jawa Barat rawan longsor & banjir? Apa yg jadi sebabnya?

Dijelaskan oleh Aher, longsor memang lah kepada kenyataannya sudah jadi bencana tahunan di jabar. Pasalnya, keadaan tanah di jabar memang lah termasuk juga dalam type lahan subur yg jadi barokah sekaligus bumerang tersendiri bagi warga. Lahan yg subur kebanyakan rapuh dikarenakan jenis tanahnya termasuk juga gembur, lahan subur biasa pun ditandai dgn mudahnya pergeseran lahan. Kalau hujan deras sedikit saja, potensi longsor bakal makin membesar.

Tidak Hanya bencana tanah longsor, wilayah Jawa Barat sebahagian besar nya pula berada dalam status waspada banjir. Tubuh Meteorologi, Klimatologi, & Geofisika pada awal mulanya telah menghimbau serta bahwa bln Nopember 2015 ini jadi masa peralihan. Tanda paling kasat mata ialah cuaca ekstrem bersama hujan yg teramat deras & angin kencang. Akibatnya hujan jadi lebih susah diprediksi. Intensitas hujan & petir juga angin kencang yg menyertainya tidak sanggup diprediksi. Imbasnya tiap-tiap daerah di Jawa Barat, apalagi pemukiman yg dekat dgn aliran sungai mesti waspada kepada bisa saja banjir. Terhadap kenyataannya, banjir itu tak cuma berdasarkan curah hujan, tetapi amat bergantung pun kepada daya serap permukaan. (cal)

img : CNN

Sumber

Senin, 05 Oktober 2015

Ratusan Jiwa Hilang, Ini 2 Fakta tentang Bencana Longsor di Guatemala

Tanah Longsor
Mungkin tak banyak masyarakat Indonesia yang mengenal nama Guatemala. sebuah negeri di wilayah Amerika Tengah, berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik dan Laut Karibia. Guatemela menurut catatan Wikipedia adalah salah satu negara produsen Kopi terbesar di dunia.
Namun kemarin, sebuah kabar duka menyebar cepat dalam laman media-media internasional, bencana tanah longsor besar dilaporkan telah terjadi di sebuah Kota di Guatemala.
Dilansir dari CNN Indonesia, bencana longsor dalam skala cukup besar telah terjadi pada Kamis (1/10) di Santa Catarina Pinlua, tenggara Guatemala City. Jika dilihat dari proses kejadiannya, bencana tanah longsor di Guatemala ini hampir serupa dengan bencana longsor yang pernah menimbun ratusan orang di Banjarnegara, Indonesia beberapa waktu lalu.
Berikut adalah 2 fakta tentang bencana tanah longsor yang menimbun ratusan orang di Guatemala:
1. Akibat bencana tanah longsor, ratusan warga Santa Catarina Pinlua diperkirakan tewas terkubur
Menurut pihak yang berwenang dalam urusan kebencanaan di Guatemala, ada sedikitnya 350 jiwa yang masih belum jelas di mana keberadaannya. Hingga artikel ini diturunkan, penggalian tanah di lokasi longsoran masih terus dilakukan untuk menemukan korban jiwa yang masih terkubur di dalam tanah belasan meter. CNN menuliskan, ratusan keluarga memegang foto orang yang mereka cintai sambil melihat proses penggalian bekas longsoran. Sebuah kamar mayat dadakan dibuka di dekat lokasi longsoran untuk menyimpan bagian tubuh yang sudah ditemukan.
Sebuah rilisan terbaru dari badan urusan kebencanaan di Guatemala menujukkan kegagalan evakuasi, pasalnya dalam satu hari evakuasi, total 1.800 orang relawan, tentara dan petugas pemadam kabakaran tak menemukan satupun korban jiwa. Dalamnya tanah longsoran serta luasnya wilayah yang terdampak longsor makin menyulitkan proses evakuasi. 
2. Serupa dengan longsor Banjarnegara, longsor di Guatemala terjadi di dekat jurang dan tebing tinggi
Masih belum lepas dari ingatan, bagaimana bencana longsor di Banjarnegara terjadi akibat tebing tinggi ratusan meter yang runtuh seketika menimpa ratusan rumah warga. Longsor di Guatemala yang terjadi Kamis (1/10) pun terjadi pada sebuah tanah miring di dekat jurang. Akibatnya beberapa rumah terkubur hingga sedalam 15 meter di bawah permukaan tanah. Dipicu oleh hujan deras yang terjadi sepanjang hari, runtuhan tanah, batu dan pohon dalam waktu hanya beberapa detik langsung menimpa dan mengubur daerah jurang tinggi di Santa Catarina Pinlua, tenggara Guatemala City. Menurut catatan CNN, bencana tanah longsor paling parah di Guatemala terjadi tak lama setelah kekacauan politik di negara itu tepat satu dekade lalu. Kala itu, Oktober 2005, hujan yang sangat deras memicu bencana tanah longsor di Kota Panabaj, Guatemala. Longsoran tanah yang sangat besar itu menimbun satu desa sekaligus. Mengubur hidup-hidup ratusan jiwa, banyak dari tubuh korban yang tertimbun akhirnya tak dapat ditemukan. Hilang terpendam di dalam tanah.(cal)
img :  cmgdigital.com

Senin, 08 Juni 2015

Fakta Ilmiah Misteri Bencana Segitiga Masalembo

misteri-perairan-masalembo-segitiga-bermuda-ala-indonesia-1504127 
Belakangan ini, sebutan Segitiga Masalembo kembali menciptakan perbincangan. Lolos dari cerita drama misteri film televisi berjudul �Masalembo� yang dirilis oleh diantara televisi nasional belakangan ini, ternyata Masalembo memang memiliki ragam fakta ilmiah dibalik rentetan bencana kecelakaan yang terjadi di sekitar wilayah ini sejak puluhan malahan ratusan tahun kemudian.

Mengapa Masalembo menciptakan fenomenal di negri kita? Apakah penyebab utama perairan ini menciptakan perairan yang ditakuti oleh para pelaut di negri kita? Berikut yakni cerita mengenai fakta yang menjelaskan mengenai segitiga Masalembo.

Dilihat secara geografis, sebutan segitiga Masalembo muncul risiko strip khayal yang berupa segitiga sama sisi didasar laut Kepulauan Masalembo, garis khayal di dasar laut ini amat sempurna sebagai bentuk segitiga, terletak di antara Laut Jawa & Selat Makassar. Kepulauan Masalembo sendiri terdiri dari tiga pulau kecil, Pulau Masalembo, Pulau Masakambing, dan Pulau Keramaian. Ketiga pulau yang perpenghuni seribu sampai tiga ribuan jiwa ini termasuk dalem wilayah Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Berjarak sekitar 112 mil laut dari Pelabuhan Kalianget, Sumenep.

Atas awalnya, julukan Segitiga Masalembo semenjak tersohor selaku segitiga penuh misteri serupa dengan misteri Segitiga Bermuda di Samudera Atlantik ketika bencanatenggelamnya Kapal Tampomas II. Kala itu, bencana terbakarnya Tampomas II dan lantas tenggelam di perairan Masalembo pada Januari 1981 silam sempat Menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Setelah kejadian Tampomas yang menggemparkan publik itu, berturut-turut lalu terjadi bencana kecelakaan serupa di laut Masalembo ini. Sejak dari jatuhnya pesawat Adam cairan atas Januari 2007 gara-gara cuaca buruk di atas laut Masalembo serta Majene, tragedi tenggelamnya Kapal Mutiara indah serta KM Fajar Mas yang terjadi berdekatan pun di Juli 2007, kecelakaan kapal Senopati Nusantara atas 2006, serta yang paling baru kejadian bencana tenggelamnya KM Teratai Prima atas 2009 lalu, pun di titik segitiga Masalembo ini.

Rentetan kejadian kecelakaan lalu lintas udara dan laut di zona Masalembo lalu menjabat hangat di dalem ruang perbincangan publik. Terhindar dari semua kisah mistis tentang ruang & kerajaan Jin yang menetap di atas wilayah Segitiga Masalembo ini, nyatanya ada fakta ilmiah yang memang terjadi serta menciptakan ancaman bagi siapapun yang melintas di zona Masalembo ini.

Lokasi yang disebut Segitiga Masalembo sejatinya adalah wilayah pertemuan arus laut yang kencang. Arus dari barat menyusur sepanjang Laut Jawa seolah-olah monsoonal stream bergerak deras serta bertemu dengan arus laut dari utara yang berasal dari perairan Samudera Pasifik yang melaju lewat Selat Makassar. Pertemuan dua arus berbeda suhu inilah yang terjadi di atas perairan Masalembo. Perpindahan arus yang berjumpa di titik Masalembo ini bahkan diperkirakan mencapai 15 juta meterkubik/detik!

Kasus inilah yang diujar-ujar selaku definisi ilmiah kenapa perairan Masalembo ini diwaspadai oleh semuanya pelaut yang ingin menyebrang dari Laut Jawa ke arah Pulau Sulawesi. Bencana cuaca buruk & gelombang deras yang tak menentu kerap kali memang terjadi tiap harinya di atas segitiga �mistis� ini. Terlepas dari unsur takhayul tersebut, tetap doang Masalembo merupakan fenomena unik yang terjadi di wilayah perairan Indonesia. (ijal)
Sumber

Rabu, 03 Juni 2015

Manado dan Tomohon Wilayah Rawan Tanah Longsor dan Banjir Bandang

Longsor ManadoAwal Januari 2014 silam, Sulawesi Utara berduka. Beberapa sudut Kota berjuluk Sitou Timou Tumou Tou itu hancur terhempas gelombang banjir bandang dan tanah longsor. Kala itu, Januari 2014 menjadi awal masuknya musim penghujang di sebagian besar wilayah Nusantara. Banjir besar tak hanya menenggelamkan Jakarta. Bencana banjir pun menjadi musibah kelam bagi kota Manado dan Tomohon.
Kondisi bentangan alam di wilayah Tomohon yang berbukit dan banyak lembah memicu pula pergerakan tanah yang mengakibatkan bencana tanah longsor. Wilayah Tinoor, Tomohon, Sulawesi Utara menjadi lokasi terparah yang terkena dampak bencana tanah longsor dan banjir bandang.
Kepedihan di awal Januari itu membawa kerusakan dan korban jiwa di Kota Manado, Tomohon, Minahasa, dan Minahasa Utara. Bencana banjir bandang menghempas wilayah Sulawesi Utara akibat hujan deras yang terus mengguyur hingga akhirnya tak mampu terbentung oleh aliran sungai Sario, Tondano, dan Sawangan. Luapan sungai kemudian menenggelamkan sejumlah lokasi, mematikan perekonomian, membawa lumpur dan air bah yang menenggelamkan sekolah, perkantoran, hotel, dan super market hingga lebih dari 5 meter. Rumah besar hanyut terbawa luapan air sungai, kendaraan mobil dan motor tenggelam mengikuti derasnya aliran air, dan sejumlah penduduk hilang tenggelam.
Tanah longsor pun kala itu memutus total aliran transportasi dari Kota Manado menuju Tomohon akibat longsornya jalan utama di Tinoor. Putusnya transportasi menuju Tomohon saat itu menyulitkan arus bantuan ke wilayah Tinoor, melambungkan harga bahan pokok di Kota Manado, dan menimbulkan kemacetan luar biasa di dalam Kota Manado.
Makin terkikisnya daerah aliran sungai yang melintasi Kota Manado menjadi salah satu tersangka utama penyebab meluapnya aliran sungai. Memasuki musim penghujan, ancaman banjir masih mengintai dataran rendah di Kota Manado yang secara geografis memang berada di wilayah hilir sungai.
Selain itu, menurut Veronica Kumurur, pakar Lingkungan Hidup Universitas Sam Ratulangi seperti yang dikutip dari liputan6.com menyebutkan bahwa bencana banir bandang Manado dan tanah longsor di Tomohon murni akibat kesalahan pengelolaan alam di wilayah tersebut.
Menurut Veronica, sejatinya kota Manado banyak terdapat aliran sungai, dikelilingi oleh dataran tinggi dan daerah resapan air. Namun nyatanya bentangan alam sebagai drainase alami tersebut banyak yang habis ditebang, diganti oleh bentuk pemukiman, industri dan lain lain.
Bencana 2014 lalu menurut catatan memang menjadi klimaks akibat kerusakan alam di wilayah sekitar Manado. Tercatat hampir 75 % wilayah Kota Manado terendam oleh banjir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat statistik 40 ribu orang mengungsi dan 18 jiwa tewas akibat bencana banjir dan longsor 2014 silam di 6 Kabupaten Sulawesi Utara, yaitu Manado, Minahasa Utara, Kota Tomohon, Minahasa, Minahasa Selatan, dan Kepulauan Sangihe. (ijl)
Foto mongabay.co.id