Senin, 30 November 2015

Sholat Terakhir, Kisah Haru Bencana Tanah Longsor Tasikmalaya

tanah-longsor-tasikmalaya

Memasuki periode penghujan, perlahan tanah yg kering beralih jadi tanah becek yg rapuh tetapi subur. Hujan yg datang tidak senantiasa mengambil keberkahan, telah jadi rahasia umum bahwa masa hujan yg datang di Indonesia terkadang dapat mengambil bencana lain berupa banjir & tanah longsor. Satu wilayah yg teratur terkena dua tipe bencana ini merupakan Jawa Barat.

Bahkan, Gubernur ja-bar Ahmad Heryawan dengan cara terang-terangan sudah mengeluarkan ketentuan bahwa kawasan Jawa Barat sekarang sedang berada dalam keadaan waspada 1 banjir & tanah longsor, seperti yg dikutip dari pemberitaan page CNN Indonesia.

Hasilnya, prediksi bencana tanah longsor yg meneror jabar pula terbukti. Suatu kisah haru terekam dalam bencana longsor Tasik.

Dilaporkan oleh page Tindakan Langsung Tanggap, hujan teramat deras yg mengguyur sebahagian Jawa Barat terhadap Rabu (25/11) lebih kurang pukul 15.30 WIB sudah memicu bencana longsor di Kampung Tagog, Desa Karang Mukti, Kecamatan Salawu, Kab Tasik. Akibat dari tanah longsor yg berjalan amat sangat serta-merta itu, satu orang penduduk Kampung Tagog tewas tertimbun longsoran.

“Akang ingin solat dahulu di mushola,” papar Ujang terhadap istrinya, Imas Masitoh (48). Istri dari buruh harian itu pula patuh terhadap suaminya. Dirinya pulang apalagi dulu, terjadi menuju rumah, tetap ditemani rintik hujan. Imas tidak menyangka itu ialah solat asyar terakhir suaminya, Ujang Rustaman (51).

Hujan deras mengiri malaikat maut menjemput Ujang pukul 15.30 Wib, Rabu (25/11), kala longsor itu menyeret suatu rumah, satu rumah makan, mushola, & toko apotek. Seluruh properti tersebut jatuh ke jurang sedalam 30 m lantaran terseret longsor. Longsor susulan berlangsung pukul 18.00 Wib. Lima rumah juga kembali terancam hancur, oleh lantaran terjadinya pergerakan tanah, seperti dilaporkan AKBP Susnadi seperti dilansir Republika.co.id.

Berdasarkan laporan dari aktivis Penduduk Relawan Indonesia (MRI) Jawa Barat Salman Al-Farisi, kala bencana longsor berjalan, Ujang dgn Imas meneduh di area terjadinya longsor. Menyaksikan dikala yg sebentar lagi masuk dikala solat Asar, Ujang menyuruh istrinya pulang lebih-lebih dulu.

“ Akang ingin solat lalu di mushola,” tutur Ujang terhadap istrinya. Sebelum solat, menurut penuturan istrinya, Ujang mandi apalagi dulu di ruang pemandian umum. Baru kemudian menuju mushola.

Tetapi, itu nyatanya menjadi solat terakhir Ujang. Sebab bangunan mushola ruangan Ujang menyembah Tuhannya tiba-tiba berderak langsung, & blaasss….lantai mushola amblas ke bawah jatuh ke jurang sedalam 30 m. Ujang serta tertimbun tanah. Ujang jadi satu-satunya korban manusia di peristwa longsor tersebut.

Kamis,(26/11), Perbuatan Segera Tanggap Cabang Bandung mengirimkan tim berkunjung ke rumah istri almarhum di Kampung Pamoyan, RT 16/03, Desa Karang Mukti, Kecamatan Salawu, Tasik. Pada keluarga almarhum Ujang Rustaman, khususnya istrinya Imas Masitoh, tim mengatakan bela sungkawa & mengatakan pertolongan duit cash buat keluarga korban. Tim ACT pun ikut pencarian jenazah dengan Lembaga kebencanaan daerah setempat. Jenazah Ujang hasilnya ditemukan kepada hri Ahad sore (29/11). (act.id)

“ Kami mengemukakan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bpk Ujang, & insya Allah dirinya khusnul khotimah, dikarenakan wafat ketika hendak atau sedang menjalankan solat (Asyar),” tutur Atep, sapaan akrap Salman Alfarisi.

img : tempo.co
Sumber

Selasa, 24 November 2015

Kronologi Bencana Longsor Tambang Giok Myanmar

Tanah Longsor Myanmar

Myanmar baru saja merayakan bahagia yg paripurna usai negeri itu berhasil laksanakan pemilu demokratis mula-mula kali dalam histori Myanmar. Tapi sekarang, belum seberapa lama meninggalkan euforia kemenangan Aung San Suu Kyi juga sebagai pemimpin baru Myanmar, negara itu dibalut oleh kabar duka. Dikutip dari pemberitaan Reuters, sedikitnya lebih dari 100 jiwa tewas & seratus orang masihlah hilang akibat tertimbun longsoran tanah di suatu tambang gede batu giok yg terletak di negeri bidang Kachin, Myanmar terhadap minggu(22/11).

Bencana tanah longsor yg fatal itu seketika mengagetkan publik Myanmar. Pasalnya cuma dalam sekejap beberapa ratus pekerja tambang tertimbun longsoran tanah. Berikut yaitu kronologi kejadian bencana tanah longsor di negeri sektor Kachin, Myanmar.

Dilansir dari page Reuters, kejadian mematikan ini berlangsung terhadap hri Pekan dini hri saat setempat. Dikala itu, beberapa ratus pekerja tambang batu giok yg diperkirakan sejumlah mencapai lebih dari 200 orang sedang tertidur pulas di area tambang usai bekerja keras juga sebagai buruh tambang selagi sepekan tidak dengan henti. Utk didapati, wilayah negeri bidang Kachin, Hpakant yakni salah satu wilayah penghasil batu giok paling baik di dunia. Mutu batu giok yg dihasilkan di tambang ini jadi salah satu bahan ekspor yg mendongkrak ekonomi Myanmar.

Berdasarkan opini pemerintah setempat, dikutip dari CNN, memasuki periode hujan wilayah tambang ini telah diperingatkan jadi area rawan bencana tanah longsor, tapi beberapa ratus pekerja di ruang ini tidak mengindahkan peringatan tersebut. Sekian Banyak pekerja tambang diperkirakan yakni penduduk pendatang kelas tiga yg jadi buruh kasar di Myanmar & rela digaji bersama penghasilan yg murah.

Area pertambangan batu giok yg dikelola oleh perusahaan Triple One Jade Mining ini juga seketika dihantam bencana tanah longsor di pukul 3 pagi. Histori longsoran tanah yg mematikan ini serta seketika menimbun beberapa ratus pekerja yg masihlah tertidur pulas di gubuk-gubuk persis di tebing curam yg longsor.

Sesudah tulisan ini diturunkan, petinggi pemerintah Myanmar mengeluarkan rilisan terupdate yg menyebutkan bahwa bencana longsor tambang giok Myanmar sudah menewaskan 104 penambang, & diperkirakan bakal tetap meningkat seiring dgn berlanjutnya pencarian.

Buat ketahuan, CNN melansir bahwa produksi batu giok Myanmar diperkirakan mencapai nilai US$31 miliar atau setara bersama angka Rp418 triliun kepada thn 2014 silam. Angka yg mengagumkan ini dihasilkan dari business batu giok yg mengandalkan para pekerja tambang di ruangan tambang yg amat berbahaya, cuma demi mencari baru berkilau bernilai mengagumkan tersebut. Bahkan banyaknya sumber di Myanmar menyampaikan, kematian para penambang akibat longsoran tanah di ruang tambang ini telah jadi factor yg lumrah. Tetapi bencana tanah longsor yg berlangsung di th 2015 ini dapat menjadi ialah yg paling besar memakan korban jiwa para penambang.(cal)

img : CNN
Sumber

Rabu, 11 November 2015

Mengapa Jawa Barat Rawan Longsor dan Banjir

Jawa Barat Longsor

Memasuki masa penghujan, perlahan tanah yg kering beralih jadi tanah becek yg rapuh tetapi subur. Awal Nopember ini memang lah jadi titik balik dari suburnya tanah di Indonesia, pasalnya periode hujan telah datang, derasnya hujan telah membasahi tanah Indonesia nyaris merata dari ujung barat sampai timur. Datangnya masa hujan kali ini disambut bak saudara lama yg telah sekian bln tidak bertemu, pasalnya hujan benar-benar jadi faktor yg paling ditunggu selagi sekian banyak bln terakhir. Tidak sanggup dimungkiri, masa kemarau ganas yg menghantam Indonesia sewaktu berbulan-bulan di th 2015 sudah terdaftar jadi masa kemarau ter buruk sepanjang th.

Tapi, hujan yg datang tidak senantiasa mengambil keberkahan, telah jadi rahasia umum bahwa periode hujan yg datang di Indonesia terkadang mampu mengambil bencana lain berupa banjir & tanah longsor. Satu wilayah yg teratur terkena dua type bencana ini yaitu jabar.

Bahkan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dengan cara terang-terangan sudah mengeluarkan ketentuan bahwa kawasan ja-bar sekarang ini sedang berada dalam keadaan waspada 1 banjir & tanah longsor, seperti yg dikutip dari pemberitaan page CNN Indonesia.

Sesudah ditetapkan ja-bar rawan longsor & bencana banjir, orang nomor wahid di Jawa Barat yg acapkali disapa Aher ini serta mengimbau kepada penduduk ja-bar utk waspada & mengantisipasi longsoran tanah pula banjir seandainya hujan deras tiba. Terutama di wilayah pemukiman penduduk yg miliki kemiringan lereng pass tajam.

Satu Buah pertanyaan pula menyeruak, kenapa Jawa Barat rawan longsor & banjir? Apa yg jadi sebabnya?

Dijelaskan oleh Aher, longsor memang lah kepada kenyataannya sudah jadi bencana tahunan di jabar. Pasalnya, keadaan tanah di jabar memang lah termasuk juga dalam type lahan subur yg jadi barokah sekaligus bumerang tersendiri bagi warga. Lahan yg subur kebanyakan rapuh dikarenakan jenis tanahnya termasuk juga gembur, lahan subur biasa pun ditandai dgn mudahnya pergeseran lahan. Kalau hujan deras sedikit saja, potensi longsor bakal makin membesar.

Tidak Hanya bencana tanah longsor, wilayah Jawa Barat sebahagian besar nya pula berada dalam status waspada banjir. Tubuh Meteorologi, Klimatologi, & Geofisika pada awal mulanya telah menghimbau serta bahwa bln Nopember 2015 ini jadi masa peralihan. Tanda paling kasat mata ialah cuaca ekstrem bersama hujan yg teramat deras & angin kencang. Akibatnya hujan jadi lebih susah diprediksi. Intensitas hujan & petir juga angin kencang yg menyertainya tidak sanggup diprediksi. Imbasnya tiap-tiap daerah di Jawa Barat, apalagi pemukiman yg dekat dgn aliran sungai mesti waspada kepada bisa saja banjir. Terhadap kenyataannya, banjir itu tak cuma berdasarkan curah hujan, tetapi amat bergantung pun kepada daya serap permukaan. (cal)

img : CNN

Sumber

Senin, 05 Oktober 2015

Ratusan Jiwa Hilang, Ini 2 Fakta tentang Bencana Longsor di Guatemala

Tanah Longsor
Mungkin tak banyak masyarakat Indonesia yang mengenal nama Guatemala. sebuah negeri di wilayah Amerika Tengah, berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik dan Laut Karibia. Guatemela menurut catatan Wikipedia adalah salah satu negara produsen Kopi terbesar di dunia.
Namun kemarin, sebuah kabar duka menyebar cepat dalam laman media-media internasional, bencana tanah longsor besar dilaporkan telah terjadi di sebuah Kota di Guatemala.
Dilansir dari CNN Indonesia, bencana longsor dalam skala cukup besar telah terjadi pada Kamis (1/10) di Santa Catarina Pinlua, tenggara Guatemala City. Jika dilihat dari proses kejadiannya, bencana tanah longsor di Guatemala ini hampir serupa dengan bencana longsor yang pernah menimbun ratusan orang di Banjarnegara, Indonesia beberapa waktu lalu.
Berikut adalah 2 fakta tentang bencana tanah longsor yang menimbun ratusan orang di Guatemala:
1. Akibat bencana tanah longsor, ratusan warga Santa Catarina Pinlua diperkirakan tewas terkubur
Menurut pihak yang berwenang dalam urusan kebencanaan di Guatemala, ada sedikitnya 350 jiwa yang masih belum jelas di mana keberadaannya. Hingga artikel ini diturunkan, penggalian tanah di lokasi longsoran masih terus dilakukan untuk menemukan korban jiwa yang masih terkubur di dalam tanah belasan meter. CNN menuliskan, ratusan keluarga memegang foto orang yang mereka cintai sambil melihat proses penggalian bekas longsoran. Sebuah kamar mayat dadakan dibuka di dekat lokasi longsoran untuk menyimpan bagian tubuh yang sudah ditemukan.
Sebuah rilisan terbaru dari badan urusan kebencanaan di Guatemala menujukkan kegagalan evakuasi, pasalnya dalam satu hari evakuasi, total 1.800 orang relawan, tentara dan petugas pemadam kabakaran tak menemukan satupun korban jiwa. Dalamnya tanah longsoran serta luasnya wilayah yang terdampak longsor makin menyulitkan proses evakuasi. 
2. Serupa dengan longsor Banjarnegara, longsor di Guatemala terjadi di dekat jurang dan tebing tinggi
Masih belum lepas dari ingatan, bagaimana bencana longsor di Banjarnegara terjadi akibat tebing tinggi ratusan meter yang runtuh seketika menimpa ratusan rumah warga. Longsor di Guatemala yang terjadi Kamis (1/10) pun terjadi pada sebuah tanah miring di dekat jurang. Akibatnya beberapa rumah terkubur hingga sedalam 15 meter di bawah permukaan tanah. Dipicu oleh hujan deras yang terjadi sepanjang hari, runtuhan tanah, batu dan pohon dalam waktu hanya beberapa detik langsung menimpa dan mengubur daerah jurang tinggi di Santa Catarina Pinlua, tenggara Guatemala City. Menurut catatan CNN, bencana tanah longsor paling parah di Guatemala terjadi tak lama setelah kekacauan politik di negara itu tepat satu dekade lalu. Kala itu, Oktober 2005, hujan yang sangat deras memicu bencana tanah longsor di Kota Panabaj, Guatemala. Longsoran tanah yang sangat besar itu menimbun satu desa sekaligus. Mengubur hidup-hidup ratusan jiwa, banyak dari tubuh korban yang tertimbun akhirnya tak dapat ditemukan. Hilang terpendam di dalam tanah.(cal)
img :  cmgdigital.com

Senin, 08 Juni 2015

Fakta Ilmiah Misteri Bencana Segitiga Masalembo

misteri-perairan-masalembo-segitiga-bermuda-ala-indonesia-1504127 
Belakangan ini, sebutan Segitiga Masalembo kembali menciptakan perbincangan. Lolos dari cerita drama misteri film televisi berjudul �Masalembo� yang dirilis oleh diantara televisi nasional belakangan ini, ternyata Masalembo memang memiliki ragam fakta ilmiah dibalik rentetan bencana kecelakaan yang terjadi di sekitar wilayah ini sejak puluhan malahan ratusan tahun kemudian.

Mengapa Masalembo menciptakan fenomenal di negri kita? Apakah penyebab utama perairan ini menciptakan perairan yang ditakuti oleh para pelaut di negri kita? Berikut yakni cerita mengenai fakta yang menjelaskan mengenai segitiga Masalembo.

Dilihat secara geografis, sebutan segitiga Masalembo muncul risiko strip khayal yang berupa segitiga sama sisi didasar laut Kepulauan Masalembo, garis khayal di dasar laut ini amat sempurna sebagai bentuk segitiga, terletak di antara Laut Jawa & Selat Makassar. Kepulauan Masalembo sendiri terdiri dari tiga pulau kecil, Pulau Masalembo, Pulau Masakambing, dan Pulau Keramaian. Ketiga pulau yang perpenghuni seribu sampai tiga ribuan jiwa ini termasuk dalem wilayah Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Berjarak sekitar 112 mil laut dari Pelabuhan Kalianget, Sumenep.

Atas awalnya, julukan Segitiga Masalembo semenjak tersohor selaku segitiga penuh misteri serupa dengan misteri Segitiga Bermuda di Samudera Atlantik ketika bencanatenggelamnya Kapal Tampomas II. Kala itu, bencana terbakarnya Tampomas II dan lantas tenggelam di perairan Masalembo pada Januari 1981 silam sempat Menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Setelah kejadian Tampomas yang menggemparkan publik itu, berturut-turut lalu terjadi bencana kecelakaan serupa di laut Masalembo ini. Sejak dari jatuhnya pesawat Adam cairan atas Januari 2007 gara-gara cuaca buruk di atas laut Masalembo serta Majene, tragedi tenggelamnya Kapal Mutiara indah serta KM Fajar Mas yang terjadi berdekatan pun di Juli 2007, kecelakaan kapal Senopati Nusantara atas 2006, serta yang paling baru kejadian bencana tenggelamnya KM Teratai Prima atas 2009 lalu, pun di titik segitiga Masalembo ini.

Rentetan kejadian kecelakaan lalu lintas udara dan laut di zona Masalembo lalu menjabat hangat di dalem ruang perbincangan publik. Terhindar dari semua kisah mistis tentang ruang & kerajaan Jin yang menetap di atas wilayah Segitiga Masalembo ini, nyatanya ada fakta ilmiah yang memang terjadi serta menciptakan ancaman bagi siapapun yang melintas di zona Masalembo ini.

Lokasi yang disebut Segitiga Masalembo sejatinya adalah wilayah pertemuan arus laut yang kencang. Arus dari barat menyusur sepanjang Laut Jawa seolah-olah monsoonal stream bergerak deras serta bertemu dengan arus laut dari utara yang berasal dari perairan Samudera Pasifik yang melaju lewat Selat Makassar. Pertemuan dua arus berbeda suhu inilah yang terjadi di atas perairan Masalembo. Perpindahan arus yang berjumpa di titik Masalembo ini bahkan diperkirakan mencapai 15 juta meterkubik/detik!

Kasus inilah yang diujar-ujar selaku definisi ilmiah kenapa perairan Masalembo ini diwaspadai oleh semuanya pelaut yang ingin menyebrang dari Laut Jawa ke arah Pulau Sulawesi. Bencana cuaca buruk & gelombang deras yang tak menentu kerap kali memang terjadi tiap harinya di atas segitiga �mistis� ini. Terlepas dari unsur takhayul tersebut, tetap doang Masalembo merupakan fenomena unik yang terjadi di wilayah perairan Indonesia. (ijal)
Sumber

Rabu, 03 Juni 2015

Manado dan Tomohon Wilayah Rawan Tanah Longsor dan Banjir Bandang

Longsor ManadoAwal Januari 2014 silam, Sulawesi Utara berduka. Beberapa sudut Kota berjuluk Sitou Timou Tumou Tou itu hancur terhempas gelombang banjir bandang dan tanah longsor. Kala itu, Januari 2014 menjadi awal masuknya musim penghujang di sebagian besar wilayah Nusantara. Banjir besar tak hanya menenggelamkan Jakarta. Bencana banjir pun menjadi musibah kelam bagi kota Manado dan Tomohon.
Kondisi bentangan alam di wilayah Tomohon yang berbukit dan banyak lembah memicu pula pergerakan tanah yang mengakibatkan bencana tanah longsor. Wilayah Tinoor, Tomohon, Sulawesi Utara menjadi lokasi terparah yang terkena dampak bencana tanah longsor dan banjir bandang.
Kepedihan di awal Januari itu membawa kerusakan dan korban jiwa di Kota Manado, Tomohon, Minahasa, dan Minahasa Utara. Bencana banjir bandang menghempas wilayah Sulawesi Utara akibat hujan deras yang terus mengguyur hingga akhirnya tak mampu terbentung oleh aliran sungai Sario, Tondano, dan Sawangan. Luapan sungai kemudian menenggelamkan sejumlah lokasi, mematikan perekonomian, membawa lumpur dan air bah yang menenggelamkan sekolah, perkantoran, hotel, dan super market hingga lebih dari 5 meter. Rumah besar hanyut terbawa luapan air sungai, kendaraan mobil dan motor tenggelam mengikuti derasnya aliran air, dan sejumlah penduduk hilang tenggelam.
Tanah longsor pun kala itu memutus total aliran transportasi dari Kota Manado menuju Tomohon akibat longsornya jalan utama di Tinoor. Putusnya transportasi menuju Tomohon saat itu menyulitkan arus bantuan ke wilayah Tinoor, melambungkan harga bahan pokok di Kota Manado, dan menimbulkan kemacetan luar biasa di dalam Kota Manado.
Makin terkikisnya daerah aliran sungai yang melintasi Kota Manado menjadi salah satu tersangka utama penyebab meluapnya aliran sungai. Memasuki musim penghujan, ancaman banjir masih mengintai dataran rendah di Kota Manado yang secara geografis memang berada di wilayah hilir sungai.
Selain itu, menurut Veronica Kumurur, pakar Lingkungan Hidup Universitas Sam Ratulangi seperti yang dikutip dari liputan6.com menyebutkan bahwa bencana banir bandang Manado dan tanah longsor di Tomohon murni akibat kesalahan pengelolaan alam di wilayah tersebut.
Menurut Veronica, sejatinya kota Manado banyak terdapat aliran sungai, dikelilingi oleh dataran tinggi dan daerah resapan air. Namun nyatanya bentangan alam sebagai drainase alami tersebut banyak yang habis ditebang, diganti oleh bentuk pemukiman, industri dan lain lain.
Bencana 2014 lalu menurut catatan memang menjadi klimaks akibat kerusakan alam di wilayah sekitar Manado. Tercatat hampir 75 % wilayah Kota Manado terendam oleh banjir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat statistik 40 ribu orang mengungsi dan 18 jiwa tewas akibat bencana banjir dan longsor 2014 silam di 6 Kabupaten Sulawesi Utara, yaitu Manado, Minahasa Utara, Kota Tomohon, Minahasa, Minahasa Selatan, dan Kepulauan Sangihe. (ijl)
Foto mongabay.co.id

Minggu, 24 Mei 2015

3 Tragedi Tanah Longsor Dahsyat di Indonesia

Innalillahi, Longsor Terjadi Lagi di Banjar Negara


Bencana berskala dahsyat yang melanda Indonesia tak hanya berkutat pada tiga tersangka utama saja: gempa bumi, tsunami, ataupun gunung meletus. Selain tiga ancaman tersebut, masih ada satu fenomena alam lain yang jika dibiarkan dan tak mendapat intervensi menyeluruh akan membawa dampak yang mematikan pula, yaitu ancaman bencana alam tanah longsor.

Berikut merupakan rangkuman 3 kejadian tanah longsor mematikan yangmelanda Indonesia, terhitung sejak awal tahun 2000 hingga kini.
1. Tanah Longsor Banjarnegara
Belum hilang dalam ingatan, bagaimana pertengahan Desember tahun lalu, peristiwa tanah longsor dahsyat menghantam Dusun Jemblung, Desa Sampang, Banjarnegara. Jumat sore (12/12) menjelang maghrib, hujan belum sempat menampakkan redanya. Dalam waktu kurang dari lima menit, tanah longsor mematikan menimbun 105 rumah warga di tiga desa sekaligus. Akibatnya fatal, seratus lebih korban jiwa melayang tertimbun longsoran tanah. Tebing setinggi 100 meter di Desa Sampang, Karangkobar, Banjarnegara tersebut memang mulanya diklasifikasikan sebagai daerah longsor berpotensi sedang dan tinggi. Catatan penulis menunjukkan bahwa tanah longsor Banjarnegara terjadi akibat material penyusun bukit Tegallele yang merupakan endapan vulkanik tua dan lapuk. Ditambah hujan deras yang tak berhenti mengguyur sejak dua hari sebelumnya menyebabkan tanah jenuh terhadap air.

2. Tanah longsor Bahorok, Sumatera Utara
Senin, 3 November 2003 silam. Bukit curam yang berada di sekitar Desa Bukit Selawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara tersapu oleh longsoran tanah yang membawa air bah limpahan sungai Bahorok. Akibat kejadian ini 90 orang dilaporkan tewas dan ratusan orang lainnya menderita luka dan hilang terbawa arus banjir. Berdasarkan catatan kebencanaan dari Walhi, longsor dan banjir bandang Bahorok terjadi akibat kerusakan hutan karena penebangan liar yang tak terkendali. Kala itu, 170 ribu hektar taman nasional Gunung Leuser dari luas total 788 ribu hektar rusak parah akibat penebangan hutan.
3. Tanah Longsor Situ Gintung, Tangerang
Jumat, 27 Maret 2009, tragedi mencekam menyeruak di wilayah pinggiran kota Jakarta. Situ Gintung yang terletak di Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten tiba-tiba Jebol di waktu subuh. Bencana tersebut menewaskan kurang lebih sekitar 7 orang dan menenggelamkan ratusan rumah yang berada di sekitarnya. Hasil investigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVG) menjelaskan bahwa bencana terjadi karena jebolnya tanggil selebar ± 65 meter, yang diikuti oleh gerakan tanah longsoran pada tanggul dengan panjang antara 3-7 meter, dan lebar antara 3-8 meter. Penyebab jebolnya tanggul secara keseluruhan terjadi karena curah hujan yang tinggi kala itu, kemudian adanya retakan pada tanggul serta limpahan air yang melebihi kapasitas. Apalagi ditambah kontur tanah di sekitar kawasan tersebut yang sangat curam. (IJL)

Kamis, 21 Mei 2015

Tanah Longsor di Indonesia

Tanah Longsor Sukabumi
                                  Bencana Alam Tanah Longsor di Indonesia
Selain bencana alam masif berupa gempabumi, tsunami, hingga gunung meletus yang mengancam nusantara, ancaman lain yang berwujud pergerakan tanah pun tak bisa diabaikan. Pergerakan tanah atau yang sering disebut bencana alam tanah longsor amat sering terjadi tiap tahunnya. Kondisi geologis tanah di Indonesia yang rata-rata terdiri dari tanah lempung yang lunak memberikan ancaman longsoran tanah di sejumlah wilayah Nusantara. Jumlah kerugian dan nyawa yang harus melayang sebagai korban bencana alam tanah longsor pun tak dapat dipandang sebelah mata.
Berdasar catatan kejadian bencana alam, hampir seluruh pulau besar di nusantara memiliki kabupaten dan atau kota yang berpotensi mengalami ancaman tanah longsor. Ciri utamanya adalah wilayah yang memiliki relief dan rupa tanah yang kasar, lembek, dengan lereng terjal. Kondisi tanah seperti itu yang banyak terhampar khususnya di Pulau Jawa diperparah oleh curah hujan yang tak menentu, terkadang kering namun sering pula hujan deras tanpa henti, ditambah pula oleh ancaman bencana alam gempa bumi yang dapat menjadi pemicu longsoran tanah.
Secara umum, ancaman bencana alam pergerakan tanah membayang di daerah dataran tinggi dengan kontur perbukitan. Contoh kejadian terakhir, tanah longsor yang menimbun ratusan rumah warga di Pangalengan dan Banjarnegara terjadi di wilayah perbukitan yang tanahnya labil akibat dilanda hujan deras.
Risiko bencana alam tanah longsor memang dipengaruhi oleh faktor kepadatan dan kerentanan penduduk yang berada di lokasi rawan pergerakan tanah. Kondisi bangunan dan infrastruktur di sekitar pergerakan tanah pun menjadi pemicu sejauh mana risiko kerugiannya.
Akibat yang paling nyata dari bencana alam tanah longsor adalah tertimbunnya desa atau kelompok masyarakat yang hidup persis di atas atau di bawah bukityang labil tanahnya. Jika hujan deras sudah melanda tanpa henti, dan tanah di lereng perbukitan merupakan tanah lempung sepertinya jamaknya jenis tanah di Pulau Jawa, maka kewaspadaan akan pergerakan tanah patut diwaspadai.
Kerusakan yang diakibatkan oleh bencana alam tanah longsor memang tak sebanding jika dibandingkan dengan catatan kerugian bencana alam lain di Indonesia. Namun, kewasapadaan dan proses mengurangi risiko tetap harus diperhatikan. Hutan dan pepohonan lebat sebagai pencegah utama longsoran tanah tetap harus dijaga kelestariannya. Karena pada kenyataannya, bencana alam tanah longsor, banjir, dan kekeringan terjadi akibat ulah tangan manusia itu sendiri yang tak bisa merawat dan menjaga hutan sebagai alat utama resapan air dan pengikat tanah di lereng-lereng berbukit.
Ratusan nyawa yang tertimbun dalam bencana alam tanah longsor di Banjarnegara dan Pangalengan beberapa bulan silam setidaknya mampu menjadi pelajaran bagi masyarakat lain yang tinggal di jenis lokasi serupa khususnya di Pulau Jawa. Hanya butuh waktu tak lebih dari sepuluh menit untuk menenggelamkan satu dusun dengan 300 lebih penduduknya di Banjarnegara, Jawa Tengah. Pun serupa dengan yang terjadi di Pangalengan, bencana alam tanah longsor Pangalengan hanya perlu waktu 10 menit untuk menerjang bentangan desa seluas 1 Km persegi yang berada persis di bawahnya. (IJL)
SUMBER

Rabu, 20 Mei 2015

Longsor Kediri, warga mengungsi

Longsor Kediri, Empat Dusun Terisolir



KEDIRI – Longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kediri. Longsoran juga menyebabkan 29 rumah rusak tertimbun longsor dan dua diantaranya rata dengan tanah. Rumah yang tertimbun longsor itu berada di Desa Pamongan, Desa Petungroto, Desa Surat, serta Desa Blimbing.

Longsor juga terjadi bukan hanya di daerah dataran tinggi kawasan Gunung Wilis, namun juga  di bantaran Sungai Brantas. Di sekitar bantaran sejumlah rumah rusak akibat halamannya tergerus aliran air sungai  akibat diterjang derasnya air limpahan dari Gunung Wilis , Minggu (15/2).

Ratusan kepala keluarga (KK) yang tersebar di empat dusun di Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri, Jawa Timur yakni, Jeti, Juron, Sugihan dan Dusun Beru di Desa Blimbing terisolir akibat longsoran tanah menutupi  akses jalan utama antar Desa, Minggu malam (15/2).

Warga di dua wilayah itu hingga Senin (16/2) mengungsi mandiri ke rumah kerabat dan tetangga karena rumah mereka tak bisa ditinggali.  Mereka meninggalkan rumah pada malam hari dan kembali ke rumah di siang hari.

"Warga kuatir terjadi longsor susulan mengingat tebing yang kami tempati dalam keadaan retak begitu juga dengan bangunan rumah kami," kata Winarti warga setempat seperti dikutip oleh Radar Kediri.

Sementara itu akses jalan yang terputus total hingga Senin sore masih diupayakan oleh aparat gabungan TNI dan Polri untuk dibuka menggunakan alat seadanya. "Akses jalan yang terputus karena timbunan material tanah longsor ada di dua titik. Pembukaan akses jalan dilakukan dengan alat seadanya sembari menunggu alat berat dari Pemkab Kediri," jelas AKP Sokhib Dimyati Kapolsek Mojo.

Seperti diketahui bencana tanah longsor melanda Dusun Juron setelah tebing setinggi 30 meter runtuh akibat diguyur hujan selama 5 jam tanpa berhenti. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Tetapi kerugian material diperkirakan hingga ratusan juta rupiah. Saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri yang baru terbentuk tengah melakukan pendataan. ACTNews

Selasa, 19 Mei 2015

Jenazah Berhasil Ditemukan di Longsoran kabupaten Bandung


BANDUNG – Di hari ketiga, Kamis (7/5), proses evakuasi korban yang tertimbun longsor di Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung, menuai hasil. Satu orang korban bernama Nurul (8), berhasil ditemukan tim ACT dan MRI, siang tadi.

“Alhamdulillah kami bersama tim berhasil mengevakuasi satu jenazah anak kecil,”tutur Ketua MRI Kabupaten Bandung, Atep Salman Al Farisi.

Tim Evakuasi mengalami kesulitan dalam melakukan proses evakuasi. Menurut Atep, tumpahan longsornya cukup luas mencapai sekitar 1 hektar 500 meter, dengan kedalaman longsor mencapai 5  hingga 7 meter.

“Kita sulit mencari titik korban, kalau kedalaman 1 sampai 3 meter insyaAllah kami  bisa jangkau dengan cangkul, namun kalau lebih, kami merasakan kesulitan. Harus memakai alat berat,”keluhnya.

Di hari ketiga evakuasi korban yang tertimbun longsor, PT. Geothermal Star Energy menurunkan 4 alat beratnya untuk membantu pencarian jenazah oleh tim evakuasi.

Tim evakuasi dibagi menjadi tiga tim, yang proses pencariannnya, disebar di tiga sektor: pertama, di sektor pemukiman, kedua, di tempat pemancingan, ketiga, di tempat lahan 'sabit rumput'.

“Dipimpin oleh Basarnas, kita melakukan proses evakuasi dari pukul 8.00 sampai pukul 12.00 Istirahat 1 jam, dilanjutkan lagi pukul 13.00 hingga  pukul 17.00 WIB,”jelas Atep.

Jika terjadi hujan, maka proses evakuasi terpaksa dihentikan, untuk mengantisipasi longsor susulan yang bisa saja terjadi, karena kontur tanahnya sangat rentan terjadi longsor lagi.

“Kini sekitar 9 orang atau lebih jenazah yang masih tertimbun, mudah-mudahan kami dan tim segera menemukannnya,”harap Atep.(mhjr)  

SUMBER

Longsor Pangalengan


BANDUNG – Sebanyak 203 Pengungsi korban longsor  di Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung mengakui bantuan pangan dan obat-obatan sangat berlimpah. Hanya yang sedikit susah adalah ketersediaan air bersih dan MCK.
 
Usai shalat maghrib, Jumat petang (9/5/2015) nampak seorang pria berceramah di hadapan anak-anak pengungsi di atas panggung yang tersedia di Balai Desa Margamukti. Anak-anak nampak serius mendengarkan, sesekali tertawa dengan humor dari penceramah, seorang pria muda.
 
Iyus, salah seorang pengungsi, mengaku mengungsi bersama-sama di Balai Desa karena memang tak punya pilihan lain selain tinggal di sana. 
 
“ Bantuan makanan tidak susah. Penyaluran bantuan lancar. Obat-obatan juga aman. Yang sedikit susah adalah ketersediaan air bersih dan MCK,” ujar Iyus. Hal itu dibenarkan Refi Koswara,  Ketua RT 01/RW 15. “ Orang sebanyak itu, ditambah para relawan, kalau tidak ada penambahan saluran air dan MCK darurat, cukup menyusahkan,”  katanya.
 
Refi Koswara menambahkan, senyaman apapun diberikan kepada para pengungsi, tidak akan membuat betah. “ Paling mereka bertahan satu sampai dua minggu. Setelah itu mereka ingin kehidupan normal kembali sebagaimana sediakala,” katanya. 
 
Refi berharap pihak-pihak yang terkait dengan ‘nasib’ para pengungsi segera mengambil keputusan tentang rencana-rencana yang akan dilakukan untuk membantu para pengungsi pasca bencana longsor terjadi
 
Sebanyak 203 Pengungsi korban longsor  di Kampung Cibitung, Desa Margamukti, Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung mengakui bantuan pangan dan obat-obatan sangat berlimpah. Hanya yang sedikit susah adalah ketersediaan air bersih dan MCK.(ajm)