Minggu, 28 Februari 2016

Akibat Tanah Longsor Garut, Ratusan Rumah Rusak Parah

Di antara bergulirnya puncak masa hujan yg membayang di semua wilayah Indonesia, satu persatu risiko bencana akibat curah hujan tinggi serta berlangsung di sekian banyak propinsi di Indonesia. Sejak Mulai dari kejadian bencana banjir seterusnya diikuti oleh bencana tanah longsor.

Dua risiko bencana itulah benar-benar jadi risiko ter buruk tatkala puncak masa hujan ini. Tidak peduli di manapun lokasinya, risiko banjir & tanah longsor dapat berlangsung demikian saja tidak dengan ada tanda-tanda peringatan pada awal mulanya. Seperti yg tempo hari berjalan di Kecamatan Cisompet, Kabupetan Garut, ja-bar.

Satu Buah pergerakan tanah yg masif sudah merusak beberapa ratus hunian dengan cara bersamaan. Macam Mana kejadian tanah longsor di Garut ini bakal berjalan? Berikut penjelasannya.

Seperti yg dilaporkan oleh Kantor Info Antara, lebih dari seratus hunian mengalami kerusakan akibat tanah longsor di Garut. Pergerakan tanah berjalan dengan cara serta-merta dalam dikala yg amat sangat serentak, akibatnya tidak kurang dari 128 hunian masyarakat mengalami kerusakan mulai sejak dari sedang sampai berat.

Ruang pergerakan tanah atau tanah longor ini tepatnya dirasakan oleh penduduk di dua dusun, adalah Dusun Ciawi & Dusun Lengkong terhadap Jumat (19/2) tengah malam dulu. Dusun Ciawi & Dusun Lengkong dengan cara administrasi masuk ke dalam wilayah Desa Sindangsari, Kecamatan Cisompet, Kab Garut, Jawa Barat. Meski catatan terakhir menunjukkan ada 128 hunian yg rusak parah akibat longsoran tanah ini, tetapi setidaknya ada 243 hunian yg berada persis di atas titik bencana pergerakan tanah ini.

Bencana tersebut ketahuan berjalan sesudah hujan deras mengguyur Kab Garut nyaris tiap-tiap hri. Imbasnya tanah jadi lembab & kepadatannya menyusut maka jadi rentan utk ambles & bergerak jadi tanah longsor. Lebih-lebih tempat hunian penduduk di Dusun Ciawi & Dusun Lengkong ini berada di kontur tanah yg curam, dikarenakan umumnya hunian penduduk di tempat ini berada di kontur tanah pegunungan.

Sampai tulisan ini diturunkan, beberapa ratus masyarakat yg rumahnya mengalami kerusakan sedang sampai parah akibat bencana pergerakan tanah ini masihlah diungsikan sementara oleh otoritas Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah Kab Garut. Sebahagian gede penduduk mengungsi di hunian kerabat terdekat ataupun di tenda-tenda pengungsian yg disiapkan oleh BPBD hingga dikala yg belum ditentukan.

Berdasarkan penuturan penduduk setempat selaku saksi mata, pergerakan tanah atau tanah longsor di Garut ini berjalan demikian segera. Sesudah hujan deras mengguyur tiap-tiap hri, tiba-tiba saja kepada Jumat (19/2) tengah malam terdengar nada gemuruh & bunyi keras retakan tanah. BPBD Kab Garut mengemukakan rekahan tanah kira kira 10 cm, bahkan ada sekian banyak titik tanah yg amblas & menciptakan puluhan hunian bergeser dari posisinya semula.
sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar