Rabu, 22 Juni 2016

Longsor Purworejo Tebing Menjulang itu Terjang Rumah-Rumah

Lebatnya guyuran hujan berjam-jam tidak dengan henti menciptakan bukit-bukit tinggi di Kab Purworejo amblas. Longsoran dalam skala yg akbar menyambar rumah-rumah di pinggiran lereng.

Catatan paling baru yg dihimpun Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah Kab Purworejo menyebutkan lebih dari 50 orang tertimbun longsor yg berlangsung di lima desa sekaligus di tiga kecamatan, Kab Purworejo. Data terupdate Senin (20/6) malam, bencana longsor di Kecamatan Loano menimpa Desa Karangrejo menyebabkan korban wafat 10 orang, 1 luka, & 5 orang tetap hilang belum ditemukan tertimbun dalam tumpukan tanah. Sementara itu, longsor di Kecamatan Kaligesing menyebabkan 11 orang korban tewas, 2 orang luka, & 6 orang belum ditemukan.

Keadaan longsoran paling parah menerjang Kecamatan Purworejo. Longsor di Desa Pacekelan menyebaban 2 orang tewas, di Desa Sidomulyo sedikitnya lima orang tewas, & longsoran paling besar memendam Desa Donorati, 11 orang tewas, 2 orang ditemukan selamat dalam tumpukan tanah, sisanya 6 orang jasadnya tetap terbenam tanah belum ditemukan.

Meski berlainan kecamatan, dua titik longsor gede di Desa Karangrejo & Desa Donorati sebetulnya berada berdekatan. Dari pusat Kota Purworejo tidak berjarak demikian jauh, 15 menit dari Pusat Kota, longsoran perdana di Desa Karangrejo mampu ditempuh memakai kendaraan roda dua ataupun roda empat, cuma melintasi rute liuk mungil membelah lereng & bukit terjal di lebar jalan sekira 5 meter. Rute penting penghubung desa inilah yg tertimbun longsoran, tebing bersama tinggi 20 meteran & lebar lebih dari 100 meter ambrol bergemuruh menimpa hunian di pinggiran jalan, bahkan menghempas satu mobil truk yg kebetulan sedang melintas dijalan desa.

Dari Desa Karangrejo, cuma motor trail & berlangsung kaki yg menjadi akses satu-satunya menuju titik ruang longsoran di Desa Donorati. Berada lebih jauh masuk ke dalam susunan bukit & lereng curam. Titik longsor di Desa Donorati terletak di bawah lembah terjal, di bawah lereng itu ajaran sungai selebar 7 hingga 10 meter mengalir deras.

Perjalanan yg ditempuh dari titik longsor Desa Karangrejo hingga ke Desa Donorati betul-betul ekstrem. Longsoran di sekian banyak titik menutupi tubuh jalan. Tumpukan lumpur setinggi puluhan meter tetap lembek tidak dapat dipijak. Tapi cuma itu jalan satu-satunya buat mencapai Donorati. Sesaat pasca kejadian longsor di sekian banyak titik sekaligus, akses jalan darurat dibuat sementara membelah tumpukan lumpur tebal & batu gede demi mencapai titik longsor terparah di balik tebing curam Donorati.
sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar