Kamis, 14 April 2016

Factor Penyebab Terjadinya Tanah Longsor


Proses terjadinya tanah longsor ialah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, yg bergeser atau bergerak turun ke bawah akibat keadaan lahan atau tekanan dari atas seperti air hujan & tumbuhan.

Tanah longsor yakni bencana yg sangat fatal dikala berlangsung lonsoran tanah bersama serta-merta tidak dengan disadari, sebab seandainya menimbun pemukiman masyarakat menyebabkan kematian & kerusakan parah bagi rumah-rumah.

Ini sekian banyak factor penyebab terjadinya tanah longsor 

Hal topografi 
Topografi yakni yaitu keadaan permukaan tanah yg meliputi lahan & vegetasi beserta pengaruh manusia pada lingkungan tersebut.

Tanah longsor dipengaruhi akibat topografi lahan yg curam, dipengaruhi oleh besar nya segi kemiringan lereng, air, beban juga berat type tanah batuan. Kemampuan pendorong dari dataran yg lebih tinggi & tak diimbangi dgn penahan yg kuat maka berlangsung pergeseran tanah atau longsor.

Hal Alam 
Lantaran curah hujan yg tinggi & lama terhadap dikala & sebelum kejadian longsor pula turut berkontribusi menggerakkan tanah longsor ke pemukiman masyarakat. Getaran yg memicu pergerakan tanah seperti gempa bumi. sampai kini tidak sedikit kejadian tanah longsor berjalan terhadap waktu periode hujan, salah satunya yg baru saja berjalan merupakan bencana tanah longsor di Bogor & Banjarnegara.

Perihal Manusia 
Pengerukan tanah di segi tebing, penebangan hutan perusakan vegetasi di perbukitan menyebabkan tanah enteng tergerus kepada dikala hujan. Dengan Cara tak sadar disaat keadaan lereng akibat makin curam sehingga risiko tanah longsor serta makin akbar. Tingkah Laku warga yg bermukim di kawasan lereng seperti aktivitas pertanian yg tak mengindahkan konservasi pula menjadi penyebabnya.

sumber

Penyebab Bencana Longsor Banjarnegara Bisa Terjadi


Banjarnegara dikenal sbg satu dari sekian tidak sedikit ruangan di Pulau Jawa yg rawan longsor. Apabila diitilik dari keadaan topografinya, Kab Banjarnegara jadi Kab yg dikelilingi oleh lekukan tebing & bukit-bukit curam, terutama di dekat perbatasan sebelah utara yg berbatasan segera dgn Kab Batang. Bahkan ketinggian topografi di zona sebelah utara ini berada lebih dari 1.000 m dari permukaan laut & meliputi luas 24,40 persen dari semua wilayah di Kab Banjarnegara.

Topografi berupa bukit & lembah yg isikan lekukan di Banjanegara sebelah utara ialah bidang dari Dataran Tinggi Dieng yg menjajar ke arah timur hingga ke Kab Wonosobo. diluar itu, topografi Banjarnegara sebelah utara yg curam dgn komposisi lembah pula bukit ini juga bentukan dari Pegunungan Serayu sebelah Utara.

Imbas dari topografi yg begitu ekstrem, telah sejak lama Kecamatan yg berada di Banjarnegara Zona sebelah Utara diklaim rawan hantaman tanah longsor. Kecamatan rawan longsor ini meliputi : Kecamatan Kalibening, Pandanarum, Wanayasa, Pagentan, Pejawaran, Batur, Karangkobar, & Madukara.

Paling teranyar, kisah pilu yg datang dari rentetan tragedi longsor Banjarnegara baru saja berjalan sekian banyak hri dulu. Kabarnya 5 hektar tanah di tebing yg curam merosot deras di Desa Clapar, Kecamatan Madukara, Banjarnegara.

Akibatnya, luasan tanah yg bergerak bebas menuruni tebing ini menggoyahkan pondasi bangunan apapun yg berdiri di atasnya. Sutopo Purwo Nugroho selaku Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengemukakan longsor yg berlangsung kepada Kamis (24/3) pukul 19.00 WIB ini masuk dalam tipe longsoran merayap (soil creep) yg bergerak dengan cara perlahan-lahan. Hingga bersama tulisan ini diturunkan, tanah masihlah tetap bergerak hingga lebih dari 1,2 kilo meter.

Imbasnya bencana longsor di Banjarnegara utk kesekian kalinya ini mengakibatkan 230 jiwa masyarakat mengungsi ke ruang yg lebih aman di sekian banyak ruangan. Sedangkan 15 hunian jenis rusak berat, tiga hunian rusak sedang, & dua hunian rusak ringan.

Tragedi longsor yg teratur menerjang Banjarnegara ini serta jadi pertanyaan agung, kenapa bencana longsor Banjarnegara sanggup berjalan? Kenapa bencana longsor ini konsisten berulang?

Tidak Hanya dikarenakan topografi Banjarnegara zona sebelah utara yg curam bersama kemiringan lebih dari 30 derajat, penyebab longsor Banjarnegara serta sanggup berkali lipat bertambah kalau curah hujan mencapai puncaknya. Dikarenakan tipe tanah di Banjarnegara yaitu tanah subur & gembur dikarenakan curah hujannya senantiasa diatas biasanya. Keadaan tanah seperti ini memang lah baik bagi pertanian, tapi fatal bagi pemukiman dikarenakan keadaan tanahnya condong amat tak stabil. Sedikit saja curah hujan bertambah semakin tinggi, potensi longsor dapat bertambah semakin akbar.
sumber

Senin, 11 April 2016

Tanah Longsor Terjadi Kembali di Banjarnegara


Kejadian tanah longsor di Banjarnegara berlangsung kembali di th 2016 ini, tepatnya di Desa Clapar, Kecamatan Madukara, Kab Banjarnegara. Daerah tersebut didapati memang lah rawan longsor akibat keadaan topografi tanahnya. Tidak Sedikit kawasan pemukiman di Banjarnegara benar-benar berada dalam kemiringan tanah yg curam. Rusaknya beberapa ratus hektar ruang hutan alami pun menambah risiko longsor di kawasan ini.

Menurut Kepala Pusat Data Berita & Humas BNPB‎ Sutopo Nugroho, bencana tanah longsor di Banjarnegara sejak mulai berjalan kepada Kamis 24 Maret 2016, & ukul 19.00 WIB. Selanjutnya, berjalan kembali kepada hri ini sekira pukul 01.30 WIB, & diikuti kepada longsoran kembali kepada hri Jumat pagi pukul 06.00 WIB.

Kawasan rawan longsor di Banjarnegara kali ini pass luas adalah seputar 5 hektar. sekarang longsoran yg berjalan ialah longsoran mungil tanah merayap turun dengan cara perlahan-lahan yg merusak struktur tanah & jalan, tapi tetap ada dikala bagi penduduk utk mengamankan diri bila bermukim dibawah ancaman tanah longsor,

Akibat kejadian tanah longsor di Banjarnegara ini catatan terakhir banyaknya 158 orang mengungsi, sembilan hunian rusak berat, tiga hunian rusak sedang, dua hunian rusak ringan & 29 hunian terancam longsor susulan.

sekurang-kurang nya ada 300 personel gabungan dari BPBD Kab Banjarnegara dgn Polres Banjarnegara, Kodim 0704 Banjarnegara, Banser, PMI, Tagana, Bela Negeri, & relawan dari Tindakan Serta-merta Tanggap sedang berfokus utk mempermudah evakuasi turun utk meringankan evakuasi masyarakat ke ruang yg aman.

Langkah perdana yg dilakukan yakni mengevakuasi utk mengamankan penduduk dari risiko timbunan tanah longsor & sediakan keperluan pangan utk para pengungsi. Diprediksi longsoran tanah hingga disaat ni masihlah bergerak merayap & diperkirakan telah teramat labil & membahayakan bila hujan turun lebat.

Dikutip dali page informasi antara, bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sudah memerintahkan BPBD Propinsi Jawa Tengah & BPBD terdekat seperti BPBD Kab Wonosobo, Banyumas, Purbalingga & Cilacap menopang evakuasi & pemenuhan keperluan basic bagi pengungsi. Logistik & peralatan dikerahkan ke area. Pokso Aju, posko pengungsian, & dapur umum sudah didirikan.

Kejadian Bencana Tanah Longsor di Cianjur 2016


Bln Maret 2016 menjadi momen duka bagi Kab yg dingin & sejuk, Cianjur, Jawa Barat. Lantaran, dua kali kejadian tanah longsor dengan cara beruntun dilaporkan berlangsung Cianjur, ja-bar.

Kejadian longsor terupdate menimpa satu buah hotel mewah Hotel Klub Bali di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kab Cianjur, jabar terhadap Rabu, 9 Maret 2016.

Hujan deras yg mengguyur kawasan Cianjur sewaktu berhari seketika menciptakan keadaan tanah tebing dgn kemiringan curam disekitar Cianjur jadi rapuh. Salah satunya yaitu tebing setinggi puluhan meter di Desa Batulawang. Tanah yg labil itulah yg setelah itu longsor & menerjang satu buah hotel, yaitu Hotel Klub Bali yg berada sesuai di bawah tebing.

Berita terupdate yg dikutip dari Kantor Informasi Antara, akibat kejadian longsor Cianjur yg menerjang hotel Klub Bali, menyebabkan keseluruhan jumlahnya sebelas korban, semuanya adalah penghuni hotel. Bersama detail satu orang luka berat, enam orang luka ringan & empat orang dalam proses evakuasi. Sementara pross evakuasi, keempat orang yg masihlah terjebak dalam reruntuhan bangunan hotel dijamin tewas sesudah kamar yg mereka tempati ambruk diterjang longsor di Cianjur.

Longsor di Desa Sukaresmi menimbun suatu hunian. Menyebabkan dua orang wafat dunia seketika tertimbun longsoran tanah, merupakan Jajang Mulyana (30) & Siti Safatihah (31).

Sementara kejadian longsor di Desa Sukamahi, bernama Aep masihlah belum ada informasi perkembangan evakuasi. Tapi keadaan terakhir sehari sebelum tulisan ini dirilis menyatakan bahwa masihlah tertimbun longsoran tanah, tetap dalam pencarian tim evakuasi.
4. Akibat yg ditimbulkan yaitu terjadinya genangan, erosi, & sedimentasi. Ini banjir yg tidak jarang tak disangka-sangka seperti yg berlangsung di Bangka terhadap awal Pebruari 2016. Erosi tanah di kira kira sungai meyebabkan air mengenang kemana-mana, selin itu kerusakan tanggul dengan cara tiba-tiba dikarenakan tak kuat menampung falsafah air.

Aspek penyebab banjir bisa diklasifikasikan dalam 2 type, yakni banjir yg disebabkan oleh sebab-sebab alami & banjir yg diakibatkan  oleh aksi manusia. Indonesia tidak sempat lepas dari permasalahan banjir, mudah-mudahan lebih diperhatikan & dilakukan upaya utk menanggulanginya., baik oleh pemda, Pegawai & seluruh penduduk.
sumber

Minggu, 28 Februari 2016

50 Unit Sistem Peringatan Dini Bencana Longsor Dipasang BNPB, Mungkinkah Efektif?

Dikutip dari National Geographic, apa yg dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana bekerja sama-sama dgn Kampus Gadjah Mada (UGM) & Tubuh Geologi Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral jadi salah satu upaya dari mengurangi risiko bencana. Baru-baru ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyampaikan bahwa telah mulai sejak memasang 50 satuan system peringatan dini bencana longsor yg saling terintegrasi.

50 satuan system peringatan dini tersebut statusnya saat ini telah dipasang di sekian banyak titik wilayah rawan longsor. Ruangan pemasangan system peringatan dini bencana longsor pula disebar ke sekian banyak pulau agung di Indonesia. Tetapi benar-benar, dengan cara jumlah, 50 satuan system peringatan dini sama sekali belum lumayan buat mengkover luasan wilayah Indonesia yg berkategori rawan bencana longsor.

Bahkan Sutopo Purwo Nugroho, Humas dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan Indonesia masihlah perlu beberapa ratus ribu system peringatan dini bencana tanah longsor.

Atas basic itulah, kemungkinan dalam belasan thn bahkan puluhan thn ke depan sebahagian akbar penduduk di Indonesia tetap bakal masihlah berada dalam bayang-bayang bencana longsor. Berdasarkan pengalaman menanggapi kejadian bencana tanah longsor di Indonesia sewaktu sekian banyak th terakhir, longsor berlangsung dengan cara tiba-tiba tidak dengan memberikan tanda-tanda. Durasi kejadiannya juga teramat singkat. Hujan yg deras bakal melembabkan struktur tanah di tempat yg berkontur miring atau pegunungan. Dalam hitungan detik, bencana tanah longsor dapat seketika berjalan.

Lantas, seandainya benar-benar system peringatan dini belum mampu dikatakan efektif buat penanggulangan tanah longsor, kiat apa lagi yg sanggup dilakukan buat mengurangi risiko bencana tanah longsor?

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyimpulkan, pencegahan kepada risiko bencana yg paling pas & efektif yakni menyesuaikan penyusunan tata area bersama peta-peta rawan bencana. Maka menghindari adanya pemukiman yg dibangun di atas tanah yg rawan longsor.

Selanjutnya trik efektif mencegah longsor setelah itu merupakan bersama membangun mitigasi struktural, seperti penguatan tebing & penghijauan wilayah tebing yg curam, karena akar pohon bakal menguatkan stuktur tanah berapapun kemiringan lerengnya.

Terkecuali itu, mampu juga dilakukan bersama jalankan pembatasan penduduk supaya tak membangun rumah-rumah yg dekat bersama lereng atau daerah-daerah rawan bencana.
sumber

Akibat Tanah Longsor Garut, Ratusan Rumah Rusak Parah

Di antara bergulirnya puncak masa hujan yg membayang di semua wilayah Indonesia, satu persatu risiko bencana akibat curah hujan tinggi serta berlangsung di sekian banyak propinsi di Indonesia. Sejak Mulai dari kejadian bencana banjir seterusnya diikuti oleh bencana tanah longsor.

Dua risiko bencana itulah benar-benar jadi risiko ter buruk tatkala puncak masa hujan ini. Tidak peduli di manapun lokasinya, risiko banjir & tanah longsor dapat berlangsung demikian saja tidak dengan ada tanda-tanda peringatan pada awal mulanya. Seperti yg tempo hari berjalan di Kecamatan Cisompet, Kabupetan Garut, ja-bar.

Satu Buah pergerakan tanah yg masif sudah merusak beberapa ratus hunian dengan cara bersamaan. Macam Mana kejadian tanah longsor di Garut ini bakal berjalan? Berikut penjelasannya.

Seperti yg dilaporkan oleh Kantor Info Antara, lebih dari seratus hunian mengalami kerusakan akibat tanah longsor di Garut. Pergerakan tanah berjalan dengan cara serta-merta dalam dikala yg amat sangat serentak, akibatnya tidak kurang dari 128 hunian masyarakat mengalami kerusakan mulai sejak dari sedang sampai berat.

Ruang pergerakan tanah atau tanah longor ini tepatnya dirasakan oleh penduduk di dua dusun, adalah Dusun Ciawi & Dusun Lengkong terhadap Jumat (19/2) tengah malam dulu. Dusun Ciawi & Dusun Lengkong dengan cara administrasi masuk ke dalam wilayah Desa Sindangsari, Kecamatan Cisompet, Kab Garut, Jawa Barat. Meski catatan terakhir menunjukkan ada 128 hunian yg rusak parah akibat longsoran tanah ini, tetapi setidaknya ada 243 hunian yg berada persis di atas titik bencana pergerakan tanah ini.

Bencana tersebut ketahuan berjalan sesudah hujan deras mengguyur Kab Garut nyaris tiap-tiap hri. Imbasnya tanah jadi lembab & kepadatannya menyusut maka jadi rentan utk ambles & bergerak jadi tanah longsor. Lebih-lebih tempat hunian penduduk di Dusun Ciawi & Dusun Lengkong ini berada di kontur tanah yg curam, dikarenakan umumnya hunian penduduk di tempat ini berada di kontur tanah pegunungan.

Sampai tulisan ini diturunkan, beberapa ratus masyarakat yg rumahnya mengalami kerusakan sedang sampai parah akibat bencana pergerakan tanah ini masihlah diungsikan sementara oleh otoritas Tubuh Penanggulangan Bencana Daerah Kab Garut. Sebahagian gede penduduk mengungsi di hunian kerabat terdekat ataupun di tenda-tenda pengungsian yg disiapkan oleh BPBD hingga dikala yg belum ditentukan.

Berdasarkan penuturan penduduk setempat selaku saksi mata, pergerakan tanah atau tanah longsor di Garut ini berjalan demikian segera. Sesudah hujan deras mengguyur tiap-tiap hri, tiba-tiba saja kepada Jumat (19/2) tengah malam terdengar nada gemuruh & bunyi keras retakan tanah. BPBD Kab Garut mengemukakan rekahan tanah kira kira 10 cm, bahkan ada sekian banyak titik tanah yg amblas & menciptakan puluhan hunian bergeser dari posisinya semula.
sumber

Rabu, 24 Februari 2016

Upaya Penanggulangan Tanah Longsor


Kejadian tanah longsor amat sering berlangsung di sekian banyak daerah di Indonesia & tidak sedikit korban yg tewas karenanya. Tubuh Penanggulangan Bencana telah tidak jarang lakukan upaya penanggulangan tanah longsor, tapi kita tak tahu kapan bencana itu dapat berjalan. Indonesia memiliki rekor masalah bencana longsor salah satu yg paling besar ialah longsor di Banjarnegara kepada 2015 tempo hari. Inilah sebabnya butuh dilakukan upaya & taktik penanggulangan tanah longsor antara lain yaitu bersama :

1. Menghindari pembangunan pemukiman di daerah di bawah lereng yg rawan berlangsung tanah longsor.
2. Mengurangi tingkat keterjangan lereng bersama pengolahan lahan terasering di kawasan lereng
3. Menjaga drainese lereng yg baik buat menghindarkan air mengalir dari dalam lereng ke luar lereng
4. Pelaksanaan bangunan penahan agar tak berjalan pergerakan tanah penyebab longsor
5. Penanaman pohon yg memiliki perakaran yg dalam & jarak tanam yg tak terlampaui rapat diantaranya di seling-selingi tanaman pendek yg mampu menjaga drainase air.
6. Relokasi daerah rawan longsor, walau perlu dana akbar ini yakni upaya utama yg mesti dilakukan pemerintah disaat ancaman bencana sanggup merenggut nyawa & kerugian yg gede.
7. Warning sistem atau technologi peringatan bencana longsor bersama menciptkan alat-alat pendeteksi pergerakan tanah yg berisiko dapat longsor di daerah-dareh longsor. Peringatan sebelum longsor mampu dilakukan terhadap masyarakat buat jalankan aksi mitigasi bencana.
Upaya penanggulangan tanah longsor seperti halnya banjir, mesti terintegrasi antara perbuatan warga yg bermukim di tempat rawan longsor dgn pemerintah setempat.